myRMnews. Masih ingat Ceriyati (35), TKW yang terjun dari lantai 15 dari sebuah kondominium di Kuala Lumpur, 2007 silam? Sekarang perempuan Brebes ini tidak perlu lagi bekerja di luar negeri. Pasalnya Ceriyati saat ini tengah kelimpahan rezeki berkat aktingnya membintangi sebuah iklan perusahaan jamu.
Ceriyati menjadi bintang iklan bersama rekannya semasa TKW, Nurhayati. Nurhayati juga TKW asal Brebes yang cacat patah kaki setelah disiksa majikannya di Arab Saudi.
‘’Honornya (iklan) lumayan, ya kira-kira Rp 25 jutaan lah,’’ aku Ceriyati saat dihubungi JPNN, tadi malam (21/4). Honor tersebut digunakan untuk menutup mahalnya biaya hidup di kampung halamannya, Desa Kedungbokor, Larangan, Brebes.
Ceriyati selama ini menghidup keluarganya dari lahan sawahnya seluas 3.000 meter yang dibeli dari jerih payahnya selama menjadi TKI.
Ceriyati mengakui, tawaran iklan mulai berdatangan sepulang dari Malaysia. Namun, saat itu, Ceriyati tak langsung menyanggupi. ‘’Saya baru mutuskan akhir Maret lalu,’’ ujar Ceriyati.
Ceriyati maupun Nurhayati harus mengikuti syuting iklan di rumah artis Rieke Dyah Pitaloka di kawasan Jalan Ahmad Dahlan VI, Kukusan, Depok. Dua mantan TKW itu dua kali bolak-balik Brebes-Depok. Selama mengikuti syuting, Ceriyati dan Nurhayati didampingi Mafhuddin, aktivis LSM Rakyat, Brebes.
Ceriyati mengakui, grogi ketika berada di samping Rieke saat pengambilan gambar. ‘’Saya ini kan orang biasa, nggak pernah syuting. Apalagi, di samping Mbak Rieke,’’ tutur Ceriyati.
Pada iklan tersebut, Ceriyati memerankan dirinya sendiri, sebagai TKW. Ceriyati ditampilkan sebagai sosok perempuan perkasa ala Srikandi --yang berjuang mendulang emas di negeri orang.
Ceriyati mengaku terkesan dengan penampilannya. Dia berharap, iklan tersebut membawa pesan sekaligus kritik kepada pemerintah, agar semakin peduli terhadap nasib TKW di luar negeri.
‘’Mudah-mudahan kelak pemerintah dapat merasakan betapa getirnya pengalaman kami di negeri orang,’’ ujar Ceriyati. Duta buruh LSM Migrant Care ini juga berharap, pemerintah serius mengadvokasi kasus-kasus TKI bermasalah.
Di tempat terpisah, Mafhuddin mengapresiasi perusahaan yang menggunakan jasa Ceriyati sebagai bintang iklan.
‘’Kami juga kagum dengan keberanian Ceriyati saat melepaskan diri dari kekejamah majikannya di Kuala Lumpur,’’ aku Mafhuddin. Iklan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi TKI lain untuk semakin berani memperjuangkan hak-haknya di luar negeri