Jangan kaget kalau di masa depan kita nggak lagi nemuin bangunan sekolah. Nah lho?
Zaman semakin canggih, begitu juga dengan sekolah. Buktinya, ada beberapa sekolah di Indonesia yang mulai menerapkan cikal bakal e-schooling atau e-learning di sekolah.
Waduh apaan tuh?
Tenang, ini bukan perubahan kurikulum kok. Tapi cara pengajaran yang berbasis sambungan internet yang memungkinkan para siswa belajar tanpa buku, tanpa seorang guru, bahkan tanpa hadir di kelas.
“Pastinya karena tuntutan zaman, globalisasi. Di mana kita harus memiliki website, email, serta lab komputer yang mampu mendukung proses belajar-mengajar atau lebih dikenal dengan istilah KKPI,” ujar Dedi Indrayana, Kepala Sekolah SMKN 8 Bandung. KKPI atau Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi adalah pelajaran penggunaan komputer sampai kepada tahap menciptakan sesuatu yang baru. Mulai dari membuat website sampai materi presentasi.
Portal Belajar
Lewat KKPI juga diperkenalkan tentang portal belajar yang bisa dibilang sebagai cikal bakal e-learning. Di portal itu, setiap murid bisa mengerjakan tugas, menjawab dan mengetahui nilainya secara langsung karena sudah dihitung langsung lewat komputer.
“Untuk portal belajar, selain evaluasi ada juga materi. Jadi, berawal dari pemberian materi lalu melakukan evaluasi. Evaluasi penilaian ini ada dua cara. Pertama secara langsung ada nilainya, yaitu saat siswa meng-klik jawaban sampai soal atau materi terakhir, siswa akan langsung mendapatkan hasil penilaiannya. Total penilaian dilakukan secara otomatis. Yang kedua, penilai tidak secara langsung tetapi diperiksa oleh guru,” ujar Erlana Nugraha, Guru KKPI SMKN 8 Bandung.
Di negara-negara yang dunia pendidkannya sudah maju, e-learning atau e-schooling udah mulai lazim dilakukan. Bukan hanya untuk satu mata pelajaran aja, tapi untuk keseluruhan sistem pengajaran. Tapi, pastinya ada satu hal yang wajib ada: yaitu PC atau Laptop untuk setiap murid.
Nantinya kita tinggal log-in dengan username serta password yang sudah diberikan aja ke website sekolah. Nah, di website itu sudah ada materi-materi pelajaran melalui video streaming sebagai pengganti guru di kelas.
Bila siswa ada pertanyaan, siswa akan menelepon lalu meninggalkan pesan pada voicemail guru yang bersangkutan. Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, sang guru akan menelepon balik melalui sebuah jaringan telepon khusus.
Mungkin nggak ya kita seperti itu?
Untuk mewujudkan pendidikan seperti itu di Indonesia tampaknya agak susah. Karena sedikitnya dukungan dari pemerintah. Walaupun udah ada beberapa sekolah yang menggunakannya. Itupun sekolah swasta, bos! Padahal dengan adanya e-learning, kegiatan sekolah menjadi lebih mudah, simpel, dan ringkas.