Disubmit :
47 hari 11 jam 24 menit lalu
Menjadi Terpilih : 46 hari 19 jam 58 menit lalu
Liat profil
Hari Anak Nasional diperingati setiap tahun. Namun masih banyak anak-anak yang belum mendapat perhatian serius pihak terkait. Anak jalanan, misalnya. Tidak semua anak jalanan nakal. Sebagian dari mereka bahkan terjun ke jalan, untuk berjuang mencari biayai sekolah. Anak jalanan dari tahun ke tahun jumlahnya terus bertambah.
Dinas Sosial Provinsi Sumbar mencatat jumlahnya mencapai 7.086. Mereka biasa hidup di pinggir jalan, dan mengumpul rezeki di antara barisan kendaraan di persimpangan lampu merah. Mereka juga ada di sekitar pusat perbelanjaan dan pusat keramaian kota lainnya. Kondisi ini membuat mereka rawan dieksploitasi, dipekerjakan pihak-pihak yang ingin meraup keuntungan. Dari pantauan Padang Ekspres di sebuah pusat perbelanjaan di pusat Kota Padang, Selasa (22/7), mereka tampak di antara keramaian pengunjung. Ada yang menadahkan tangan, berjualan makanan, minuman, dan mengamen.
kontribusi dari
gufron22
Komentar
jangan pernah meremehkan masa depan bangsa ini, ketika kaum tua lanjut dan hilang, sementara kecerdasan dan keahlian serta kebijakan mereka tidak dialirkan kepada yang muda maka bangsa ini akan melangkah ke jurang kehancuran.
sungguh mengenaskan melihat anak bangsa begithu sulit dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu, bagaimana kita bisa bersaing dengan bangsa lain, jika masyarakat dan pemerintah kita tidak ambil bagian dalam upaya memberantas kebodohan dan kemiskinan yang sangat hebat melanda bangsa Indonesia tercinta ini.
apakah kita pernah membayangkan seandainya kita tidak memiliki kesempatan untuk sekolah dan menuntut ilmu, pasti akan sangat menyakitkan dan memilukan, mau jadi apa kita di masa depan nanti.
kita tidak bisa diam saja melihat semua ini,harus ada suatu kerjasama dari semua pihak untuk melepaskan mereka dari dunia jalanan
terkadang aku malu dengan para anjal itu,mereka tetap semangat menuntut ilmu di tengah keterbatsannya,sedangkan aku,tinggal sekolah tanpa cari uang aja sering malas-malsan
anak sekecil itu sudah harus merasakan kejamnya hidup di jalanan sementara kita hanya bisa melihatnya tanpa mampu berbuat apa-apa
momen hari anak nasional ini seharusnya jadi awal bagi seluruh masyarakat indonesia terutama yang lebih mampu untuk sedikit peduli pada nasib anak-anak jalanan
walaupun mereka hanyalah anak jalanan tapi mereka berhak hidup seperti anak yang lainnya,yaitu mendapatkan kasih sayang dan pendidikan yang memadai
bagaimana mereka bisa terlepas dari kerasnya kehidupan jalanan jika pemerintah dan masyarakat tidak mau peduli dengan nasib mereka
selama ini anak jalanan selalu dipandang negatif,mereka dianggap sebagai sumber kriminalitas dan kerusakan sehingga banyak orang yang enggan untuk bersentuhan apalagi membantu mereka
biar gmana pun mreka adalh masa depan bangsa ini kita diam aj berarti mengahatarkan nusantara pa da jurang kehancuran standup,.,.,
habis gelap terbit lah terang,.,.,.,
masa kanak - kanak itu masa dimana kita bebas bermain dan belajar.
bukanhya mereka sudah tercantum dalam salah satu pasal UUD 45?
sebenarnya mereka sangat tersiksa dengan semua ini, tapi hanya ini yang mereka lakukan untuk menyambung hidup. minimal untuk sesuap nasi untuk esok hari.
kita semua tahu kondisi bangsa saat ini seperti apa? mungkin untuk menolong mereka semua kita gak bisa. baiknya kita coba satu - satu dulu dan dimulai dari hal - hal kecil saja dulu.
miris juga ya melihat generasi penerus bangsa dalam kondisi seperti ini, tapi apa yang bisa kita lakukan untuk menaggulangi ini semua. terlalau rumit!
adakah ini dalam daftar visi serta misi para capres dan cawapres periode mendatang?
kalau ada maybe no maybe yes but prakteknya kebanyakan NOL besar hehehehehe
terkadang juga kalau pulang kerja liat mereka di lampu merah suka menangis juga hatiku melihatnya.
indonesia juga kita semua masih belajar untuk mengerti keadaan kita yang sebenarnya.
Kemiskinan menjadi salah satu faktor penentu regenerasi maju yang dapat berkembang, bibit terpendam rela bekerja memenuhi kebutuhan daripada sekolah yang tidak menghasilkan uanga malah mengeluarkan uang...
ini bisa dijadikan tolak ukur kinerja pemerintahan kita, tapi bukan berarti kita menyerahkan sepenuhnya masalah ini sama pemerintah. contohnya dik doank dia menyediakan sekolah alam untuk anak - anak yang kurang beruntung dalam bidang pendidikana, kalau dik doank saja bisa kenapa yang lain tidak?!!
mengorbankan waktu belajar dan bermain mereka hanya untuk mencari sesuap nasi dan uang BP3, miris sekali!
Salah siapakan sampai-sampai hal ini terjadi di Indonesia. Fenomena yang sangat memprihatinkan sekali. Bagaimana tidak semakin banyak koruptor dan semakin banyak kemiskinan yang memmbuat semuanya tertindas
lagian juga yang aku ketahui selama ini, hasil yang mereka dapatkan dari mengamen 100% tidak masuk ke kantong mereka. mereka harus menyetor sekian persen ke pak bos mereka.
cukup keras juga kehidupan yang harus mereka lalui.
makanya kalau pasa lulusan jangan di corat - coret bajunya, mending di kasih ke mereka yang lebih membutuhkan.
syukuri aja nikmat yang sekarang kita dapatkan, masih mending kita dari pada mereka.
makanya kalau pas dilampu merah jangan kasih receh, kasih buku aja ma mereka kan bermanfaat tuch!