SELEPAS pemilu 8 Maret lalu, rakyat Malaysia seperti disuguhi “sekuel” jilid II kisah tragedi-komedi di panggung politik negara jiran itu. Kalau dalam pementasan babak pertama, dulu, rakyat Malaysia menyaksikan betapa teganya Mahathir menghancurkan “anak emasnya” Anwar Ibrahim; sekarang giliran “muridnya” yang lain yaitu Abdullah Badawi “ditelanjangi” didepan umum dan dirongrong oleh Mahathir.
Bayangkan saja, hanya beberapa jam setelah rakyat Malaysia memberikan suara dalam pemilu tanggal 8 Maret lalu, Mahathir langsung mengeluarkan pernyataan keras bahwa Badawi telah menghancurkan UMNO.
UMNO adalah partai utama dan berkuasa di Malaysia sejak negara itu mendapat kemerdekaan dari Inggris setengah abad silam. Tapi dalam pemilu kemarin, “Golkarnya Malaysia” ini gagal meraih kemenangan dua pertiga suara. Perolehan dua pertiga suara, dalam sistem pemerintahan parlementer gaya Malaysia, adalah isyarat dukungan kuat buat pemerintahan yang akan dibangun oleh partai atau koalisi pemenang pemilu.
kontribusi dari
latansama
Komentar