Disubmit :
35 hari 22 jam 26 menit lalu
Menjadi Terpilih : 35 hari 15 jam 36 menit lalu
Liat profil
SELURUH Hebron hari ini berada di bawah kendali militer Israel. Aku bisa merasakan ada masalah. Saat menyusuri jalan, aku segera menyadari ada keributan di Al Manara. Aku ngeri melihat apa yang terjadi di sana. Dua tank dan dua buldoser meratakan pasar sepanjang dua blok. Bahan-bahan makanan berserakan dan lumat di kota yang penduduknya kelaparan. Reaksi pertamaku hanyalah terpatung di sana, menangis, dan tersedu.
Itu penggalan kisah Arthur G. Gish, atau Art Gish, dalam buku hariannya tahun 2003 lalu. Kumpulan tulisan tersebut akhirnya dibukukan, dengan judul Hebron Journal: Stories of Nonviolent Peacemaking, atau versi Bahasa Indonesianya, Hebron Journal, yang diterbitkan oleh Penerbit Mizan.
kontribusi dari
herssa_farida
Komentar
inilah sosok pejuang kemanusiaan sejati, yang bukan hanya memihak kepada ras atau bangsa tertentu saja, meskipun dia amerika yang notabene adalah dekat dengan israel, namun hati dan akalnya mengatakan yang sebenarnya, siapa yang salah dan siapa yang benar, maka kita tahu sekarang siapa yang harus kita bela?!.
berpihak kemanakah anda, Israel atau Palestina ??, tentukan pilihan anda sekarang juga.
sungguh-sungguh menggugah dan mengesankan apa yang dilakukan oleh gish ini, sangat mengguncang nurani kita semua, perbuatannya sungguh berani dan keras kepada kekerasan yang tanpa alasan.